Jatuh cinta

10:14 AM 0 Comments A+ a-



Lama menjadi single, gagal menjalin hubungan (serius), menjadikanku untuk tidak buru-buru mencari dan segera menikah. Akhirnya membuat target akan menikah di tahun 2025.

Berjalannya waktu yang selama ini aku bekerja freelance dan membangun usaha sendiri tertarik untuk bekerja konvensional di kantor. November aku melamar pekerjaan di salah satu rumah sakit swasta di jombang. Dan bulan desember 2022 aku dinyatakan lolos dan diterima menjadi staff Humas dan Pemasaran. 

Hari pertama itu aku diajak keliling, berkenalan dengan ruangan-ruangan di dalam rumah sakit. Dan akhirnya terakhir berhenti di salah satu ruangan yang ada dia, dengan diucapkan oleh salah satu orang kalau dia sedang single. Aku melihat ke dia, ya Allah bergetar hatiku, Dadaku tak karu-karuan. Antara bahagia dan takut, bahagia dipertemukan dengan orang yang menggetarkan hati, dan takut apabila aku gagal lagi.

Sejak setelah aku melihat dia pertama kali, tempat kerjaku bisa melihat dia lewat untuk masuk keruangannya, setiap ada yang lewat pasti aku lihat. sampai tersebut "ah bukan mbak itu", setiap kali ada yang lewat aku lihat.

Dan ketika dia yang lewat, aku melihatnya terus, tak pernah putus pandanganku ke dia. Sejak saat itu dia menjadi boosterku.

Setiap hari aku berangkat pagi, demi untuk melihat dia datang ke ruangannya. Melihatnya saja sudah membuatku jatuh cinta. Apalagi ngobrol dengan dia.

Ada beberapa rekan kerja mencoba untuk menjodohkanku dengan dia, hanya saja aku malu. Karena aku sifatnya tertutup dan tidak bisa se humble itu untuk ngobrol dan menanggapi.

dari beberapa rekan kerja itu ada yang menceritakan bahwa dia itu perempuan mandiri, professional, bertanggung jawab. Hidupnya sederhana namun bahagia, aku semakin semakin jatuh cinta. 

Bagaimana tidak? dia bagaikan permata di samudera. 

Sejak saat itu, aku berusaha untuk mendekatinya. Ada kesempatan untuk berkomunikasi melalui whatsapp aku kejar terus, setiap hari, setiap waktu tanpa henti. 

Kini dia menjadi prioritasku saat bangun tidur dan membuka HP, hanya pesan dari dia yang aku cari. Entah balasan pesan semalam yang baru dibalas dia saat bangun, atau ucapan selamat pagi.

Bahagia tak terkira saat itu. Terima kasih, cintaku semoga tidak bertepuk sebelah tangan. Ucap dan doaku setiap hari.

Dan terima kasih, Allah sudah mengabulkan bahkan masih tidak percaya. Dia membalas cintaku. Orang pertama yang aku kasih tau adalah Ibuku, dan beliau mendoakan semoga jodohmu.

Sampai akhirnya, aku selalu mencintainya, merindukannya, bahkan aku seperti anak kecil yang baru jatuh cinta. Tak pernah bosan, tak pernah sedih. Semangatpun menjadi jadi, ya Allah apakah jatuh cintaku ini berlebihan? semoga tidak ya Allah, engkau tetap utama dihatiku, engkau yang membuatku jatuh cinta kepadanya, jagalah aku jagalah cintaku untuk menuju ke halalmu, dan ke surgamu.